Jan
29
Tue
Seminar “3D Geospatial Data”Seminar “3D Geospatial Data” @ Hotel Grand Kemang
Jan 29 @ 8:30 am – 6:21 pm
Seminar “3D Geospatial Data”Seminar “3D Geospatial Data” @ Hotel Grand Kemang
Seminar 3D Geospatial Data yang diselenggarakan pada selasa 29 Januari 2013 bertepat di Hotel Grand Kemang di hadiri sekitar 100 peserta yang berasal dari perusahaan mining, forestry, Plantation, Oil & Gas. Dalam pembukaan acara, Bayu Wedha sebagai Managing Director PT. Integrasia Utama menyampaikan penting nya acara ini dalam usaha mengupdate teknologi di Indonesia. Turut serta Prof. Ketut Wilantika salah satu Prof. di kampus ITB Bandung membuka acara dengan berbagi ilmu pengetahuan mengenai Remote Sensing. Kemudian Marketing Manager DES, Teo Huey Chin juga memberikan sambutan dalam acara ini.
Dalam acara ini, Intermap yang diwakili Dr Rejean Simard menyampaikan penting acara ini bagi perusahaan yang bergerak di bidang mining, forestry, Plantation, Oil & Gas.
Dan Lynch dari technical Intermap menyampaikan beberapa materi dan keunggulan produk-produk yang di miliki oleh Intermap, diantara materi tersebut yaitu NEXTMap Indonesia 5m – The 3D Geospatial Data Differentiator, NEXTMAp World 30 DSM, Using NEXTMap World 30 with DATAppliance, Applications of NEXTMap DEMs. Turut serta dalam seminar ini salah satu perusahan dari Malaysia, MySpatial menyampaikan beberapa materi mengenai Application of NEXTMap 5m Products in Plantation.
Pihak penyelenggara yaitu PT. Integrasia Utama yang wakili Dr. Firman Hadi sebagai Geomatics Specialist menyampaikan materi mengenai Application of IFASR with Optical Images.
Nov
26
Wed
Increasing Efficiency & Effectivity in logistic transportations using ICT. @ Shangrila Hotel Jakarta
Nov 26 @ 8:30 am – 3:00 pm
Increasing Efficiency & Effectivity in logistic transportations using ICT. @ Shangrila Hotel Jakarta
Jakarta, 26 November 2014
Memasuki era perdagangan bebas, perusahaan logistik dan transportasi harus mampu meningkatkan efisiensi pergerakan barang untuk dapat terus bersaing di industri. Implementasi teknologi menjadi hal yang diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Mewujudkan hal itu, Intel Indonesia mendukung PT Integrasia Utama untuk menghadirkan solusi lengkap dan terintegrasi dengan diluncurkannya OSLOG Ecosystem & OSLOG Jyoti untuk mendorong adopsi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) bagi perusahaan logistik dan transportasi.

“Sebagai pendorong inovasi di Indonesia, Intel mendukung perusahaan-perusahaan lokal, salah satunya PT Integrasia Utama demi memperluas kemitraan strategis dalam menumbuhkan potensi pasar lokal. Intel terus memimpin implementasi internet of things dengan memberikan solusi yang lengkap dan terintegrasi bersama mitra kami, sehingga perangkat akan semakin pintar dan saling terhubung dalam sebuah ekosistem yang padu,”ujar Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia.

Para pakar Intel juga turut hadir pada acara peluncuran OSLOG Ecosystem & OSLOG Jyoti yang diadakan di Ballroom, Hotel Shangri-la, Jakarta. Larry Cheng, Geo Sales & Marketing Director of Intel Embedded Sales Group dan Joko Banu Sastriawan, Field Sales and Application Engineer of Intel Embedded Sales berbagai pengetahuan bersama dengan praktisi lain di bidang transportasi logistik juga ICT. Kedua pakar dari Intel ini, hadir untuk menjelaskan topik masing-masing seputar ICT & Fleet Management dan Supporting Hardware with Intel Solution.

Bayu Wedha, Managing Director PT Integrasia Utama, menjelaskan komitmennya dalam memberikan solusi bagi perusahaan logistik dan trasportasi di Indonesia. “Sebagai perusahaan lokal Indonesia yang sedang berkembang, Integrasia Utama bersama Intel ingin memberikan solusi dengan membangun sistem yang dibuat untuk memudahkan perusahaan logistik dan transportasi dalam melaksanakan bisnis prosesnya. Dengan menggunakan sistem ini, perusahaan dapat mengurangi operational cost secara umum sehingga terjadi peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja yang tentunya akan berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik di Indonesia,” jelas Bayu Wedha di sela acara yang bertajuk The Great Convergence: Increasing Efficiency & Effectivity in logistic transportations using ICT.

OSLOG Ecosystem & OSLOG Jyoti merupakan sebuah Core System yang didalamnya terdapat ILDM (Logistics Data Management). Nantinya para software developer diharapkan dapat mengembangkan aplikasinya menggunakan platform LDM. Sistem ini dikembangkan oleh Integrasia dengan harapan dapat mempercepat proses penerapan ICT bagi sektor transportasi logistik khususnya teknologi berbasis Internet of Things(IoT).

Kami berharap, kerjasama yang dilakukan Intel dengan Integrasia Utama ini dapat mempercepat adopsi teknologi dalam industri transportasi logistik di Indonesia. Karena teknologi serta platform telah kami siapkan. Kini saatnya para pelaku usaha untuk memanfaatkan terobosan ini tutup, Harry.

Mar
16
Mon
CeBIT 2014 at Hannover, Germany @ Hannover Exhibition Ground
Mar 16 @ 8:35 am – Mar 20 @ 5:00 pm
CeBIT 2014 at Hannover, Germany @ Hannover Exhibition Ground | Hannover | Niedersachsen | Germany
Industri TI Indonesia berperan tumbuhkan ekonomi
London (ANTARA News) – Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa Arif Havas Oegroseno mengatakan dengan nilai ekonomi 32,8 miliar dolar AS pada 2013, industri teknologi informasi (TI) Indonesia berperan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Nilai itu naik 10,6 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 29 miliar dolar AS, dan diperkirakan akan semakin meningkat, kata Arif Havas kepada Antara London sehubungan dengan “IT Roadshow in Europe” oleh 15 pelaku usaha TI Indonesia yang berpartisipasi.

Dalam rangka mempromosikan produk dan layanan teknologi komunikasi dan informasi Indonesia, pelaku usaha TI Indonesia berpartisipasi dalam “IT Roadshow in Europe” diselenggarakan Kementerian Perindustrian RI dengan KBRI Brussel, KBRI Den Haag, KBRI London, dan KJRI Hamburg

Roadshow ini diawali dengan partisipasi dalam pameran ICT terbesar di dunia, CeBIT, yang diselenggarakan di Hannover, Jerman, 10-14 Maret lalu.
Ke-15 pelaku industri IT Indonesia tersebut adalah Abyor International, Bandung Techno Park, Bataviasoft, Gamatechno Indonesia, GITS Indonesia, Integrasia Utama, Komuri Indonesia, Masvent Technosoft, Microelectronics Center Institut Teknologi Bandung, Newbee, Obor Technology International, Qwords Company International, Sangkuriang Internasional, Solusi 247, dan Walden Global Services.
Menurut Dubes, pertumbuhan sektor IT Indonesia yang sangat kuat ini juga mencerminkan kemampuan SDM IT Indonesia yang mampu bersaing dengan SDM IT dari negara-negara lain seperti India yang sudah terlebih dahulu dikenal dalam hal produk dan layanan IT.

Hasil menggembirakan dicapai IT Indonesia, dengan ditandatanganinya MoU oleh PT Integrasia Utama dan Gamatechno Indonesia dengan pelaku usaha IT dari Lithuania dan Bangladesh disaksikan Dubes Arif Havas Oegroseno, KJRI Hamburg Marina Estella Anwar Bey, dan Dr Andreas Gruchow (Member of the Managing Board dari Deutsche Messe di Hannover).
Selain kedua MoU, beberapa prospek kerja sama juga telah diperoleh peserta pameran CeBIT di stand Indonesia dan akan ditindaklanjuti seusai CeBIT.
Dubes Arif Havas Oegroseno menekankan kemampuan SDM Indonesia dalam hal produk dan layanan IT tidak kalah dibandingkan dengan negara lain dan sudah waktunya Eropa melihat ke Indonesia tidak hanya sebagai pasar namun sebagai penyedia produk dan layanan IT yang patut diperhitungkan.
Dalam forum “ICT Solutions: Indonesian Way” yang diadakan di International Business Area, peserta CeBIT 2014 dari Indonesia berkesempatan mempresentasikan produk dan layanan IT kepada pengunjung dan peserta CeBIT 2014, antara lain PC game dan mobile game, fleet management system dan smart city solution.

Mar
25
Wed
OSLOG Goes To University! @ Auditorium Kampus STIMLOG
Mar 25 @ 8:00 am – 2:00 pm
OSLOG Goes To University! @ Auditorium Kampus STIMLOG | Jawa Barat | Indonesia
Peran teknologi mempunyai kaitan yang erat dalam bidang informasi dan komunikasi. ICT (Information, Technology and Communication) dengan kemampuan untuk mendistribusikan informasi secara cepat, tentu saja memberikan manfaat yang sangat berarti bagi kehidupan. Di lihat dari sudut pandang bisnis, penerapan ICT saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan bagi setiap sektor ekonomi, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur, dan transportasi logistic. Kehadiran Teknologi Informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu memudahkan proses bisnis bagi perusahaan. Kemudahan dan kecepatan penyampaian dalam memperoleh serta menyebarkan informasi menjadikan Teknologi Informasi sebagai salah satu media yang sangat diperlukan bagi pelaku bisnis dalam setiap sektor industry.

Beberapa kegunaan ICT yang umumnya di manfaatkan bagi setiap sector industry diantaranya adalah :
Efisiensi Penggunaan Waktu Pelayanan (Customer Service)
Penghematan Biaya Operasional
Kemudahaan Berkomunikasi
Meningkatkan Pelayanan kepada Konsumen
Peningkatan Produktivitas Kerja
Penciptaan Lapangan Kerja Baru
Pemaksimalan Asset dan Sumber Daya Manusia

Pertumbuhan teknologi informasi telah berkembang sangat pesat baik itu dari sisi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) maupun Sumber Daya Manusia nya. Kebutuhan akan informasi yang lengkap, jelas, dan menarik tentu saja tidak lepas dari hardware, software, dan SDM yang terintegrasi. Memasuki era globalisasi, keterbukaan teknologi informasi semakin luas dibuktikan dengan banyaknya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang sudah dimanfaatkan oleh setiap perusahaan guna menunjang aktivitas nya sehari-hari. Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi tidak dapat dipungkiri lagi saat ini telah menjadi salah satu keunggulan kompetitif dalam bersaing bagi suatu Negara. Sebagai produk yang didasari oleh pengetahuan dan kreativitas, Industri ICT menjadi ukuran dan peluang untuk dikembangkan di masa depan.

Di Indonesia, perkembangan industry ICT belakangan menjadi harapan baru khususnya bagi pelaku bisnis dalam industry ini. Pertumbuhan teknologi informasi yang sangat pesat dibuktikan dengan banyaknya bermunculan perusahaan-perusahaan local yang bergerak dalam bidang Teknologi Informasi dan didukung dengan SDM Indonesia (Developer) yang mampu bekerja dengan baik dalam menciptakan berbagai inovasi berkaitan dengan hardware dan software sesuai dengan kebutuhan pasar.
 
Pemanfaatan perangkat lunak (software) sudah sangat terasa bagi hampir seluruh bidang bisnis, tak terkecuali bagi sector transportasi & logistic. Penggunaan software dalam proses bisnis transportasi & logistic dilakukan untuk mempermudah user mengingat alur bisnis transportasi & logistic memiliki proses yang sangat komplit dan dibutuhkan suatu solusi untuk dapat menggabungkan system yang terintegrasi. Saat ini kendala yang masih menjadi perhatian dalam bidang transportasi dan logistic adalah factor SDM yang masih kurang dan factor kurangnya solusi IT yang bisa dimanfaatkan perusahaan untuk mempermudah proses bisnisnya. Dikutip dari bisnis.com saat ini Sumber Daya Manusia di sector logistic baru terserap sebanyak 22% dari jumlah total tenaga kerja di Indonesia dan dukungan dari kemampuan teknologi masih jauh dari teknologi Asing, yang tentunya membutuhkan biaya investasi yang lebih besar. Pemanfaatan IT dalam sector transportasi & logistic harusnya tidak hanya sebagai alat untuk mempermudah bisnis proses, tetapi harus mampu memberikan kontribusi dalam melakukan efisiensi biaya operasional perusahaan secara umum yang juga berorientasi pada profit menyeluruh melalui pemaksimalan produktivitas yang dilakukan setiap harinya.
 
Meskipun industry ICT menunjukan indikasi pertumbuhan yang cukup baik di Indonesia, perkembangan industry software beserta perangkatnya masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan mengingat perlu dukungan yang terintegrasi dari berbagai macam pihak untuk menciptakan suatu software yang bias menjadi solusi bagi permintaan konsumen. Dukungan dari Pemerintah akan penyediaan lahan edukasi bagi SDM serta dukungan dari pihak swasta dalam membangun lapangan kerja bagi industry IT menjadi salah satu point penting yang harus diperhatikan bagi kelangsungan industry ini.

Benefit yang diterima dari Seminar & Sharing Session ini adalah :
Memberikan gambaran lebih rinci kepada peserta akan manfaat dan kegunaan Teknologi Informasi berkaitan dengan peluang yang bisa didapat dalam setiap sektor bisnis secara umum.
Menambah informasi mengenai perkembangan terbaru dari Teknologi Informasi dan Komunikasi serta penggunaannya secara maksimal dalam bisnis proses.
Memberikan insight baru mengenai pemanfaatan Teknologi Informasi dalam industry transportasi dan logistik dan prakteknya secara langsung.
Memberikan peluang bagi generasi muda khususnya untuk dapat berkontribusi dalam mengembangkan Teknologi Informasi ke arah yang lebih baik dan dapat berguna bagi masyarakat luas.

Apr
21
Tue
Improving Forest Analysis & Crop Utilization 
Through Geospatial Technology @ Grand Kemang Hotel – Magzi Ballroom
Apr 21 @ 9:30 am – 2:00 pm
Improving Forest Analysis & Crop Utilization 
Through Geospatial Technology @ Grand Kemang Hotel – Magzi Ballroom  | Daerah Khusus Ibukota Jakarta | Republic of Indonesia

Latar Belakang

Indonesia dikenal sebagai Negara dengan kawasan green belt dimana mempunyai potensi yang sangat besar untuk dapat berperan dalam mencegah pemanasan global melalui konsep Carbon Trading. Seperti yang sudah diketahui, isu pemanasan global akan berdampak sangat besar bagi dunia dan kelangsungan mahluk hidup. Perkembangan teknologi Geospasial seiring dengan berjalannya waktu sudah mengarah pada perhatian akan pentingnya isu pemanasan global yang harus dicegah.

Dengan teknologi pengindraan jauh yang semakin canggih dalam mengidentifikasi potensi Sumber Daya Alam di permukaan bumi dan dengan didukung oleh struktur geografis Negara Indonesia menjadikan adanya peluang bagi Indonesia untuk dapat berperan dalam pencegahan pemanasan global.Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengadopsi konsep Carbon Trading yang memanfaatkan utilisasi karbon.

Tujuan dari dilaksanakannya Workshop ini adalah :

  • Sebagai sarana untuk sharing dan discuss mengenai pemanfaatan Teknologi Geospasial khususnya dilihat dari peluang pasar Indonesia.
  • Memberikan informasi dan update mengenai sosialisasi terhadap Carbon Stock berkaitan dengan isu pemanasan global.
  • Memberikan Informasi pemanfaatan data Rapideye untuk Analisa Tanaman Perkebunan dan pemanfaatan band Red-Edge untuk analisa vegetasi.
  • Memberikan kesempatan bagi Pakar dalam bidang Geospasial untuk berdiskusi dan mempelajari bersama mengenai sektor industri ini untuk melihat potensi peluang di masa depan.

Keuntungan yang didapatkan dalam Workshop dan Sharing Session ini adalah :

  • Memberikan gambaran lebih rinci kepada peserta akan manfaat dan kegunaan Teknologi Informasi berlandaskan Geospasial bagi sektor industri secara umum.
  • Menambah informasi mengenai perkembangan terbaru dari teknologi geospasial untuk dapat digunakan secara maksimal dalam bisnis proses khususnya yang berkaitan dengan pemetaan lahan.
  • Memberikan insight baru mengenai pemanfaatan Teknologi Geospasial dalam industri terkait khususnya dalam bidang kehutanan, perminyakan, udara, dsb.
  • Memberikan peluang bagi pelaku bisnis dalam industri terkait untuk saling berdiskusi dan mengembangkan potensi di masa depan.

Workshop & Sharing Session tersebut nantinya akan dibatasi untuk kehadiran 70 peserta (Pemerintahan & Swasta) yang berasal instansi terkait dengan :

  • Memberikan gambaran lebih rinci kepada peserta akan manfaat dan kegunaan Teknologi Informasi berlandaskan Geospasial bagi sektor industri secara umum.
  • Perhutanan
  • Konsultan Lingkungan
  • Lapan
  • Bapeda
  • Perkebunan
  • Kelapa Sawit
  • dsb

Waktu & Tempat:

Hari & Tanggal : Selasa, 21 April 2015
Waktu : 08.00 – 13.00 WIB
Tempat : Grand Kemang Hotel – Magzi Ballroom
Jl. Kemang Raya 2H Kebayoran Baru
Jakarta 12730